Hunt : 0321-495093 | Pendaftaran WA : 082111999860
Edukasi Pengenalan dini Hipertensi dan Stroke

Edukasi Pengenalan dini Hipertensi dan Stroke

  • Category: Berita
  • Date: 29-04-2022

“Dalam menyukseskan program bkkbn yakni Indonesia Ramah Lansia (IRL) dalam Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG), posyandu bongso jombang berkerja sama dengan Rumah Sakit Kristen Mojowarno untuk mengedukasi pengenalan dini terhadap hipertensi dan stroke kepada masyarakat lansia.”

Hipertensi atau tekanan darah tinggi biasanya juga sering disebut sebagai The Silent Killer, karena sering kali penderita hipertensi tidak memiliki keluhan. Maka pentingnya untuk melakukan cek kesehatan secara rutin. Tekanan darah dikatakan normal pada 120/80 mmHg.

“Hipertensi tidak dapat disembuhkan, namun dapat diobati atau dikendalikan sehingga tidak menyebabkan ke komplikasi penyakit lain. Selain itu juga dapat di cegah.  “, Dokter Yosa, dokter umum Rumah Sakit Kristen Mojowarno, Sabtu (23/04).

Dalam wawancara dengan dokter umum Rumah Sakit Kristen Mojowarno, dokter Yosa memberikan langkah – langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat yakni dengan melakukan langkah – langkah CERDIK (Cek kesehatan secara rutin, Enyahlan asap rokok atau hindari asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Kelola stres). Dan bagi masyarakat yang didiagnosis memiliki hipertensi, masyarakat tidak perlu khawatir. Langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk dapat mengendalikan hipertensi yakni dengan melakukan PATUH ( Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter; Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur; Tetap diet dengan gizi seimbang; Upayakan aktifitas fisik dengan aman; Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya). Selain itu juga masyarakat dapat mengatur pola makan diantaranya adalah :

1.      Mulai dari batasi konsumsi gula dengan < 50 gram (4 sdm/hari)

2.      Batasi penggunaan garam dengan <5 gram (1 sdt/hari), batasi makanan olahan dan cepat saji.

3.      Batasi konsumsi daging berlemak dan penggunaan minyak goreng (<5 sendok makan perhari). Makan ikan sedikitnya 3 kali perminggu.

4.      Konsumsi buah – buahan dan sayuran dengan 5 porsi (400 – 500 gram) buah – buahan dan sayuran perhari (1 porsi setara dengan 1 buah jeruk, apel, mangga, pisang, atau 3 sendok makan sayur yang sudah dimasak).

Awal dari tekanan darah tinggi yakni dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit yang salah satunya adalah stroke. Faktor penyebab dari stroke diantaranya adalah tingginya tekanan darah atau hipertensi, kebiasaan merokok, mengidap penyakit jantung, genetik, obesitas, kolestrol tinggi yang tak kerkontrol, mengidap diabetes, usia, dan gender.

Pasien dengan diagnosis stroke dapat diobati dengan melakukan kontrol ke dokter serta melakukan program fisioterapi secara rutin. Sehingga pasien dapat melakukan aktifitas sehari – hari secara mandiri dengan keterbatasan gerak yang dimiliki serta tidak  bergantung dengan orang lain.

“Wajib melakukan kontrol ke dokter serta melakukan program fisioterapi secara rutin bagi penderita stroke, karena program fisioterapi bagi pasien stroke itu berkelanjutan. Selain itu pentingnya juga kerjasama keluarga dalam mendampingi serta memberikan pikiran – pikiran positif”, Bu Yanti, kepala Fisioterapi Rumah Sakit Kristen Mojowarno.

Selain melakukan program fisioterapi secara rutin, pasien stroke juga wajib melakukan latihan – latihan fisioterapi dari rumah sakit untuk diterapkan dalam kegiatan sehari – hari. Sehingga perkembangan yang didapatkan dalam latihan program fisioterapi dapat memberikan dampak yang signifikan serta masimal dalam proses penyembuhan. 

Bu yanti selaku kepala fisioterapi Rumah Sakit Kristen Mojowarno membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi penderita stroke yakni :

1.      Kondisi tensi harus tetap stabil. Selain mengkonsumsi obat secara rutin yang diberikan oleh dokter, dapat juga diimbangi dengan mengubah menjadi pola hidup sehat.

2.      Aktifitas yang dapa dilakukan pasien yakni menyesuaikan, sesuai toleransi pasien. Prinsipnya pasien tidak boleh pasif juga tidak boleh terlalu aktif . sehingga ketika kondisi stabil, pasien harus melakukan latihan – latihan yang sudah di berikan oleh fisioterapi.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi tingkat prevelansi tinggi terhadap masyarakat terkena hipertensi, salah satunya melalui program bkkbn mengenai Sekolah Lansia Tangguh (SeLanTang). 20 April 2022 bersama dengan posyandu Bongso – Jombang dan berkerja sama dengan Rumah Sakit Kristen Mojowarno menyukseskan program tersebut dengan memberikan edukasi pengenalan dini mengenai hipertensi dan stroke kepada masyarakat lansia.

Pak Bowo selaku ketua dari Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Bongso – Jombang mengungkapkan pentingnya edukasi pengenalan dini kepada masyarakat terutama lansia mengenai gejala – gejala hipertensi dan menekan penyebab resiko terjadinya stroke. Harapan dari ketua Sekolah Lansia Tangguh disini yakni kedepannya adalah edukasi – edukasi seperti hipertensi dan stroke ini dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga masyarakat dapat lebih lagi peduli mengenai kesehatan terutama bagi para lansia.

“Penting ya adanya edukasi seperti ini, apalagi kalau dilakukan secara rutin malah lebih bagus. jadi seandainya kita mengalami seperti itu maka kita sudah bisa mandiri. Sehingga nantinya kita tidak tergantung kepada orang lain. Sehingga kita bisa berupaya sendiri dan bisa lebih lagi menjaga kesehatan”, Pak Bowo ketua Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Bongso – Jombang, Rabu (20/04).

Share This

Comments