Cedera ACL adalah robekan yang terjadi pada anterior cruciate ligament, yaitu jaringan penghubung antara tulang paha dan tulang kering. Robekan pada cedera ACL dapat bersifat total atau sebagian, dan derajat robekan tersebut berpengaruh pada penanganan cedera ini.
Penyebab Cedera ACL
Cedera ACL umumnya disebabkan oleh gerakan yang memaksa tulang kering untuk bergeser atau berputar. Dalam kondisi normal, ACL berfungsi untuk menjaga agar tulang kering tetap stabil. Namun, jika terjadi gerakan yang tidak wajar, ACL dapat mengalami robekan.
Beberapa gerakan yang dapat memicu cedera ACL meliputi:
- Posisi landing yang kurang tepat setelah melompat.
- Perubahan gerakan secara mendadak, misalnya berhenti atau berbelok tiba-tiba.
- Benturan atau tabrakan saat berolahraga.
Gejala Cedera ACL
Ketika terjadi robekan akibat pergerakan yang tidak tepat, penderita mungkin akan mendengar bunyi 'pop' dari lutut. Setelah itu, gejala yang mungkin muncul meliputi:
- Nyeri hebat pada area lutut.
- Bengkak pada lutut.
- Keterbatasan gerak.
- Rasa tidak stabil saat berdiri atau berjalan.
Diagnosis Cedera ACL
Jika mengalami gejala yang mengarah ke cedera ACL, sebaiknya segera menjadwalkan kunjungan ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno untuk pemeriksaan oleh dokter. Dokter akan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik pada lutut. Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan antara lain:
- Tes Lachman.
- Anterior drawer test, untuk mengukur stabilitas lutut.
- Pivot shift test.
- Rontgen lutut.
- MRI lutut.
Pengobatan Cedera ACL
Menjawab pertanyaan tentang apakah cedera ACL perlu dioperasi, Dr. Riky Febriansyah Saleh, Sp.OT, FICS, menjelaskan bahwa pengobatan cedera ACL bergantung pada keparahan robekan yang dialami penderita. Cedera ACL dapat sembuh tanpa operasi dalam beberapa kasus, terutama bagi mereka yang mengalami robekan ringan hingga sedang.
Namun, dokter juga dapat merencanakan rehabilitasi fisik atau operasi rekonstruksi. Dokter akan mempertimbangkan aktivitas sehari-hari penderita. Misalnya, jika penderita adalah seorang atlet atau memiliki profesi yang memerlukan pergerakan lutut aktif, operasi rekonstruksi mungkin segera direncanakan. Sebaliknya, jika penderita lebih banyak melakukan aktivitas pasif atau bekerja dengan posisi duduk, operasi mungkin belum diperlukan.
Pencegahan Cedera ACL
Untuk meminimalkan risiko cedera ACL saat berolahraga atau beraktivitas, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:
- Pemanasan yang benar: Lakukan pemanasan dengan gerakan yang tepat sebelum berolahraga untuk membuat jaringan ligamen dan otot lebih lentur.
- Latihan penguatan: Latih otot-otot tungkai, seperti otot paha depan (quadriceps), otot paha belakang (hamstring), otot betis, dan otot tulang kering untuk membantu menopang lutut saat bergerak.
- Gunakan proteksi lutut: Pertimbangkan menggunakan deker lutut atau knee sleeves.
Cedera ACL bukanlah akhir dari segalanya. Dengan penanganan yang tepat, seperti pengobatan non-bedah, bedah, dan rehabilitasi, cedera ini dapat pulih. Jika Anda atau kerabat mengalami cedera ACL, pilihlah Rumah Sakit Kristen Mojowarno yang menyediakan proses end-to-end; mulai dari deteksi penyakit, pengobatan, hingga rehabilitasi fisik.
Penting untuk diketahui bahwa berbagai metode pengobatan cedera lutut ACL, termasuk operasi, akan direkomendasikan setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan mempertimbangkan kondisi medis pasien untuk memastikan bahwa pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan tersebut.
Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala atau keluhan yang berkaitan dengan cedera ACL, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Rumah Sakit Kristen Mojowarno untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.





